Resume kelompok 5 & 6
Resume 5 -> PENGEMBANGAN MODEL
& STRATEGI PEMBELAJARAN
A. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman alam melakukan pembelajaran yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan elajar yang menyangkut sintaksis, sistem sosial, prinsip reaksi dan sistem pendukung (Joice & Wells).
Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus sebagai berikut :
a. Rasional teoretis logis yang disusun oleh para pengembangnya.
b. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). Model pembelajaran mempunyai tujuan yang jelas tentang apa yang akan dicapai, termasuk di dalamnya apa dan bagaimana peserta didik belajar dengan baik serta cara memecahkan suatu masalah.
c. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. Model pembelajaran mempunyai tingkah laku mengajar yang diperlukan sehingga apa yang menjadi cita-cita mengajar dapat berhasil dalam
pelaksanaannya.
d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model pembelajaran mempunyai lingkungan belajar yang kondusif serta nyaman.sehingga suasana belajar dapat menjadi salah satu aspek penunjang apa yang menjadi tujuan pembelajaran
B. Pendekatan Saintifik
1. Proses pembelajaran berpendekatan saintifik mengacu pada pendekatan langkah berpikir saintifik, mengandung 5 (lima) langkah yang tidak selalu harus berurutan dan seluruhnya ada dalam satu kali pertemuan pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
a. Mengamati, yaitu kegiatan peserta didik mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu obyck dengan ataupun tanpa alat bantu.
b. Menanya, yaitu kegiatan peserta didik mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu obyek, peristiwa, suatu proses tertentu.
c. Mengumpulkan data,yaitu kegiatan peserta didik mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan.
d. Mengasosiasi, yaitu kegiatan peserta didik mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas lisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu.
e. Mengomunikasikan, yaitu kegiatan peserta didik mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram,bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi.
C. STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Pengertian
Strategi Pembelajaran adalah Perencanaan Pembelajaran yang berisi
suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang
harus dikerjakan oleh guru, sehingga dapat mencapai
tujuan pembelajaran
2. Klasifikasi Strategi Pembelajaran
a.Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
b. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)
c. Strategi Pembelajaran Interaktif (Interactive Instruction)
d. Strategi Pembelajaran Eksperimen (Experiment Learning)
e. Strategi Pembelajaran Mandiri (Individual Learning)
3. jenis dan sintaksis model pembelajaran
a. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)
Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) adalah memahami konsep,arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih,2002). Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa hukum, konsep dan prinsip, melalui observasi, klasifikasi, pengukuran.
Tujuan pembelajaran model Discovery Learning
- Meningkatkan kesempatan peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran;
- Peserta didik belajar menemukan pola dalam situasi konkret maupun abstrak:
- Peserta didik belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
- Membantu peserta didik membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi,serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain:
b. Model Inquiry Learning Terbimbing dan Sains
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat(Joice & Wells,2003).
Tujuan Pembelajaran Inquiry untuk mengembangkan kemampuan berfikir secara sistimatis, logis, dan kritis sebagai bagian dari proses mental.
Sintaks/tahap model inkuiri terbimbing meliputi:
-> Orientasi masalah;
-> Pengumpulan data dan verifikasi;
-> Pengumpulan data melalui eksperimen;
-> Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi,
- > Analisis proses inquiri
c. model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL)
Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok, serta lingkungan nyata (autentik) untuk mengatasi permasalahan sehingga menjadi bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan Onn Seng, 2000). Problem Based Learning untuk pemecahan masalah yang kompleks, problem-problem nyata dengan menggunakan pendekataan studi kasus.
d. Model pembelajaran Project-Based Learning(PjBL.)
Model pembelajaran PjBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang,tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerja sama dalam upaya memecahkan masalah(Barel,2000 and Baron,2011)
e. Model pembelajaran production-bused training
Model ini merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan berdasarkan pesanan, pelaksanaan, dan evaluasi produk/kendali mutu produk, hingga langkah pelayanan pasca produksi.
f. Model Pembelajaran Teaching Factory
Teaching factory adalah model pembelajaran di PENDIDIKAN berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan teaching. factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di PENDIDIKAN. Pelaksanaan leaching factory(TEFA) juga harus melibatkan Pemerintah, pemerintah daerah dstakeholder dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.
Resume 6 -> PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN
A. Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi hasil belajar oleh pendidik memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi, menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi, menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi,dan memperbaiki proses pembelajaran.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan acuan kriteria. Acuan kriteria merupakan penilaian kemajuan peserta didik dibandingkan dengan kriteria capaian indikator hasil belajar dari kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Peserta didik yang belum berhasil mencapai kriteria, diberi kesempatan mengikuti pembelajaran remedial yang dilakukan setelah suatu kegiatan penilaian baik secara individual, kelompok, maupun kelas. Sedangkan peserta didik yang berhasil mencapai kriteria dapat diberikan program pengayaan sesuai dengan waktu yang tersedia, baik secara individual maupun kelompok. Program pengayaan merupakan pendalaman atau perluasan dari kompetensi yang dipelajari.
B. Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi dalam bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai beberapa fungsi sebagai
berikut:
a. Untuk mengetahui tarap kesiapan daripada anak-anak untuk menempuh suatu
pendiidkan tertentu.
b. Untuk menegetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam proses pendidikan
yang telah dilaksanakan.
c. Untuk mengetahui apakah suatu mata pelajaran yang kita ajarkan dapat kita lanjutkan
dengan bahan yang baru ataukah kita harus mengulangi kembali bahan-bahan
pelajaran yang telah lampau.
d. Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi dalam memberikan bimbingan tentang
jenis pendidikan atau jenis jabatan yang cocok untuk anak tersebut.
e. Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah melakukan
kegiatan belajar mengajar selama jangka waktu tertentu.
f. Untuk mengukur sampai di mana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan.
g. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan proses belajar
mengajar.
Secara garis besar dalam proses belajar mengajar evaluasi memiliki tujuan pokok dari
evaluasi pembelajaran sebagai berikut:
a. Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual peserta didik.
b. Membuat diagnosis mengenal kelemahan kelemahan dan kemampuan peserta didik.
c. Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum.
C. Teknik-teknik Evaluasi Pembelajaran
1. Teknik Tes
Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk
mengukur keterampilan, pengetahuan, kecerdasan, kemampuan, atau bakat yang
dimiliki oleh sesesorang atau kelompok.
2. Bentuk Tes
Tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 2 jenis:
a) Tes lisan (oral test)
Tes lisan adalah suatu bentuk tes yang menuntut jawaban dari peserta didik
dalam bentuk bahasa lisan.
b) Tes tertulis (written test)
Tes tertulis adalah suatu tes yang menuntut siswa memberikan jawaban
secara tertulis
D. Jenis Evaluasi Pembelajaran
1. Evaluasi perencanaan dan pengembangan Hasil evaluasi ini sangat diperlukan untuk mendesain program pembelajaran. Sasaran utamanya adalah memberikan bantuan tahap awal dalam penyusunan program pembelajaran.
2. Evaluasi monitoring Evaluasi ini dimaksudkan untuk memeriksa apakah program pembelajaran.
3. Evaluasi dampak Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh suatu program pembelajaran. Dampak ini dapat diukur berdasarkan kriteria keberhasilan sebagai indicator kecapaian tujuan program pembelajaran.
4. Evaluasi efisiensi-ekonomis Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai tingkat efisiensi pelaksanaan program pembelajaran.
5. Evaluasi program komprehensif Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai program pembelajaran secara menyeluruh, seperti perencanaan program, pelaksanaan program, monitoring pelaksanaan, dampak program, tingkat keefektifan dan efisiensi.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/kompetensi-dasar/
https://www.quipper.com/id/blog/info-guru/kompetensi-inti/
Nababan,Andrianus.2022.Perencanaan Pembelajaran PAK.Tarutung:Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung.
https://ruangguruku.com/pengertian-dan-tujuan-pembelajaran/
https://www.kompasiana.com/leninurhidayah4999/60b5ff6dd541df699d5c91d2/pengertian-indikator-langkah-pengembangan-indikator-dalam-pembelajaran-fiqih-di-madrasah-serta-pemilihan-materi-pembelajaran-fiqih-di-madrasah?page=all&page_images=1
https://pintek.id/blog/strategi-pembelajaran/?amp=1
https://alisadikinwear.wordpress.com/2011/12/01/pengembangan-model-pembelajaran-konsep-dasar-dan-implementasi/
https://www.neliti.com/id/publications/173514/pengembangan-penilaian-sikap-dengan-menggunakan-analisis-video-pelaksanaan-pembe
Komentar
Posting Komentar